Cari Situs
Dengan Google
 

 
HALAMAN UTAMA
SEJARAH PAROKI
PETA LOKASI
LINGKUNGAN MANAKAH ANDA ?
SAKRAMEN & SAKRAMENTAL
JADWAL MISA
PELAYANAN LAIN-LAIN
ULANG TAHUN PAROKI 
IN MEMORIAM - Gembala Telah Dipanggil Pulang -
LAPORAN PANITIA PERAYAAN PASKAH LINGKUNGAN ST. AGUSTINUS, ST. KANISIUS, ST. DON BOSCO DAN ST. YOHANES PEMANDI
LIHAT INTERAKSI   
 
  LINK WEB-SITE
LINGKUNGAN AGUSTINUS
   
   
 
 
 

DARI WEB MASTER

Web-site ini dibangun sebagai Kado Ulang Tahun untuk Gereja Paroki Beato Damian Batam yang ke 10. Masih menggunakan domain Free Web Hosting dari tripod.com. Disadari bahwa Web site ini masih jauh dari sempurna baik isi maupun tampilannya.

Rencana membangun web-site diprakarsai oleh Bp. Robertus Edi setelah beliau mengadakan pembicaraan dengan Dewan Pastoral Paroki (DPP). Yang kemudian direstui oleh Pastor Paroki Romo Alexander Dato, SS.CC.

Tujuan utama dibangunnya web-site ini adalah sebagai sumber informasi kepada Umat Katolik dari luar P. Batam yang akan berkunjung untuk jangka waktu singkat ataupun menetap dan ingin mengetahui tempat ibadah Gereja Katolik yang berada di P. Batam.

Web-site ini sudah masuk dalam Search Engine www.google.com , pada kolom search, ketikkan kata kunci : Gereja Katolik Batam atau Paroki Beato Damian kemudian klik SEARCH, maka akan tertera web site ini dalam urutan pertama.

Disamping itu juga diharapkan bisa menjadi sumber informasi bagi Umat Katolik yang berdomisili di P. Batam sendiri khususnya yang berada dibawah Wilayah Pastoral Paroki Beato Damian Batam.

Barangkali ada umat yang ingin membantu agar Web-site ini memiliki domain dan web-hosting sendiri, akan sangat bagus sekali. Dan kami akan menerima dengan senang hati bantuan Anda. Dalam hal ini supaya menghubungi WEB-MASTER dengan email :

parokibeatodamian@hotmail.com

Atau menghubungi Web-designer kami dengan nr. HP : 08127759245. Atau melalui email :

maymintaraga@gmail.com

Diharapkan Umat juga turut berpartisipasi untuk bisa mengelola Web-site ini. Mengisi baik artikel, sharing, maupun informasi lainnya yang bernuansa Katolik. Anda bisa membuka halaman :

INTERAKSI

Ataupun bisa juga mengirim email ke:

parokibeatodamian@hotmail.com

Diucapkan terimakasih kepada Bp. Ignas, Sekretariat Paroki Beato Damian yang telah membantu memberikan informasi dan meminjamkan BUKU PETUNJUK PAROKI BEATO DAMIAN BATAM TAHUN 2002, pihak skyNET yang telah membantu membangun Web-site ini. And special thank's to www.tripod.com who has provided the free web-hosting.

Kritik dan saran dari Anda sangat diharapkan. Terima kasih

Batam, 1 Mei 2005

Webmaster

 

 

 

PAROKI BEATO DAMIAN MERUPAKAN KELUARGA ALLAH

Oleh: Pastor Felix Supranto, SS.CC

Pastor Kepala Paroki Periode 2002-2004

Keluarga adalah suatu himpunan orang yang saling mengenal, mencintai, membantu, dan melayani. Didalam keluarga itu perlu suatu rumah dimana mereka bisa berkumpul untuk makan bersama, berdiskusi bersama, dan berdoa bersama. Didalam umat beriman, orang mencari dan mencoba menjadi anggota keluarga yang didasarkan pada iman.

Gereja Perantauan

Kita akui bahwa umat paroki Beato Damian adalah kira-kira 70% orang-orang muda yang datang untuk mencari kerja. Mereka datang dengan berbagai persoalan dan harapan. Mereka kadang-kadang merasa sendirian, tanpa adanya saudara.

Keadaan ini membuat mereka pertama-tama mencari gedung Gereja dimana mereka bisa berdoa dan bertemu teman. Mereka pertama-tama tidak peduli Gereja itu termasuk Gereja Kristen yang mana. Bagi mereka pergi ke Gereja merupakan suatu hiburan dan suatu tempat untuk menumpahkan segala persoalan dan harapannya kepada Tuhan. Sambil berjalan mereka mencari informasi dimana ada gedung Gereja Katolik.

Setelah menemukan Gereja Katolik, mereka menjadikannya rumah dimana mereka bisa datang dan membentuk persahabatan serta persaudaraan. gereja dalam arti gedung bukan hanya suatu tempat untuk berdoa, tetapi juga untuk membangun suatu keluarga dan para Pastor dianggap sebagai orang rua mereka yang mau mengerti dan mendampingi. Merekapun merasa bahwa Pastoran dan gereja menjadi rumah mereka yang harus mereka rawat dan jaga. Karena itu, perlu adanya wajah-wajah yang ramah dan yang selalu siap menerima mereka. Kalau tidak ada keramahan didalamnya, umat tidak akan merasa lagi menjadi bagian dalam keluarga itu. mereka mungkin akan mencari suatu tempat dimana mereka merasa diterima dan dijadikan saudara.

Keinginan dan kerinduanuntuk membangun persaudaraan dengan saudara-saudara seiman yang terdekat dalam sebuah gedung Gereja menjadikan paroki sebuah keluarga Allah. Keinginan dan kerinduan ini membuat umat membangun komunitas-komunitas kecil dalam lingkup paroki yang terungkap dalam 40 organisasi dan aktivitas-aktivitas pelayanan. Didalam komunitas-komunitas itu umat merasakan sentuhan persaudaraan yang mereka rindukan ditempat perantauan. Mereka saling mengilhami, tetapi tanpa memaksa. Keterikatan ini sangat terasa, terhayati, dan tertanam dalam hati. kondisi ini membuat umat yang masuk dalam organisasi dan perkumpulan aktivitas tersebut lebih mudah membina diri dalam kebersamaan.

Pengalaman akan sentuhan persaudaraan ini membuat umat melihat keterbukaan hati terhadap kebutuhan sesama. Mereka berusaha membagikan pengalaman dicintai ini dengan merangkul sesamanya yang juga membutuhkan cinta. Ini terbukti banyaknya paguyuban-paguyuban kaum muda di kelompok-kelompok basis teritorial. Banyak umat juga terlibat dalam pengajaran-pengajaran bina iman anak, baik tingkat paroki atau kelompok-kelompok. Mereka rela memberikan waktu dan uang untuk membantu orang tua anak-anak di kelompok-kelompok dimana mereka tidak mampu membawa anak-anak mereka kegereja karena mahalnya transportasi dengan mendatangi mereka guna membina iman. Ini kelihatan dengan banyaknya kelompok bina iman anak.

Tumbuhnya komunitas-komunitas kecil dalam tingkat paroki ini membuat Gedung Gereja bukan suatu bangunan yang rapuh tanpa isi. Sebaliknya, gedung Gereja menjadi suatu tempat yang memancarkan cinta sehingga orang tertarik dan kerasan tinggal didalamnya. Gedung Gereja menjadi suatu rumah dimana banyak anak-anak dengan berbagai macam sifat dan latar belakang hidup bersama dalam pelayanan dan pengertian. Banyak anak akan berkembang karena pendidikan didalam rumah yang baik ini. Gereja Beato Damian menjadi suatu rumah dimana mempunyai halaman yang terdiri dari berbagai macam jenis pepohonan yang subur dan memberikan kesejukan sehingga banyak orang ingin berteduh didalamnya. Ini dapat diterjemahkan bahwa gedung Gereja dan halamannya merupakan sebuah rumah yang terdiri dari komunitas-komunitas persaudaraan dan aktivitas-aktivitas pelayanan mengundang orang untuk bergabung didalamnya.

Ide Paroki sebagai keluarga Allah ini muncul dari cara hidup umat perdana (Kis. 2:41-47). Para umat dalam Kisah Para Rasul ini bertekun dalam pengajaran para rasul dan dalam persekutuan, selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa, berbagi milik, dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah, dan mereka menjadi saksi Kristus.

Bagaimana fungsi para Pastor dan Dewan Pastoral Paroki. Para pastor dan Dewan Pastoral Paroki hendaknya mengubah mental dari suatu jabatan boss yang tinggi, yang selalu mengatur, dan memerintah, ke suatu mental "berjalan bersama dengan umat". Umat sudah bosan dalam hidup seharian yang selalu diatur, diperintah, dan dipaksa. Mereka membutuhkan imam dan Dewan Pastoral Paroki yang mendampingi, mengayomi, dan mendukung mereka. Ini sangat jelas dengan ceritera sebagai berikut. Ada seorang pastor Paroki yang setiap hari menaiki menara gereja yang tinggi untuk lebih dekat dengan Tuhan. Suatu hari ketika sedang menaiki menara ini, ia mendengar suara Tuhan yang berkata: "Mengapa engkau bersusah payah menaiki tangga menara itu?" Jawab pastor itu : "Aku mencari Engkau, Tuhan." Tuhan menjawab : "Mengapa engkau mencari Aku ditempat yang tinggi ? Aku ada dibawah sini, ditengah umatmu. Kalau engkau ingin menemukan Aku, turun dan bersamalah mereka." Jadi, Para Pastor dan Dewan Pastoral Paroki yang tanpa keramahan, senyuman, dan keikhlasan untuk bersama dengan umat, baik dalam kedukaan dan kegembiraan akan merusak suatu komunitas dan bukan memperkokoh bangunan.

Komunitas Basis Gerejani

Ide paroki sebagai Keluarga Allah merupakan langkah awal umat untuk memperkuat Komunitas Basis Gerejani sesuai dengan situasi umat perantauan. Sebagai umat perantauan yang banyak tidak mempunyai tempat tinggal tetap, yang pertama mereka kenal bukan kelompok dimana mereka berada, tetapi gereja yang paling dekat. Didalam Paroki itulah mereka telah memperoleh pembinaan dan melatih diri dalam hidup persaudaraan sehingga mereka lebih siap dan tangguh dalam Komunitas Basis Gerejani. Yang penting semua pihak hendaknya selalu menanamkan pengertian arah Paroki sebagai Komunitas Basis Gerejani kepada anggota komunitas-komunitas kecil tingkat paroki itu. Artinya : Kita hendaknya mengubah spiritualitas Bapa yang baik dalam konsep Keluarga Allah menjadi Bapa yang menyelamatkan secara holistik (menyeluruh). Allah menyelamatkan manusia dalam segala segi kehidupan perorangan dalam suatu komunitas. Keselamatan itu diperoleh melalui Salib seperti Yesus sendiri telah memberikan contoh yang baik. Jadi, beberapa tahun kemudian, Komunitas Basis Gerejani di Paroki Beato Damian akan dibangun dengan bahan-bahan bangunan yang kokoh dari orang-orang yang telah bergabung dengan komunitas-komunitas tingkat paroki.

Batam, 01 januari 2002

( Petikan dari BUKU PETUNJUK PAROKI BEATO DAMIAN BATAM TAHUN 2002 )

 
 
Halaman ini telah dikunjungi
RoboCounter: free web counter
kali sejak 26 Mei 2005
Web desain oleh
Copy rights © 2005 Paroki Beato Damian Batam